Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 03 September 2009

Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Mangrove

Pemanasan global saat ini menjadi permasalahan serius di setiap negara. Pemanasan global terjadi akibat peningkatan suhu global karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Karena itu aktivitas ekonomi yang mengkonsumsi energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui) memiliki kontribusi terhadap pemanasan global. Begitu pula deforestasi juga makin memperparah pemanasan global.

Meningkatnya suhu di bumi dapat mencairkan gunung-gunung es yang berada di kutub. Hal ini dapat menyebabkan naiknya muka air laut. Kenaikan muka air laut dapat mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir dan juga rusaknya ekosistem mangrove. Pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Rusaknya mangrove akan berdampak pada abrasi pantai karena tidak adanya penahan gelombang. Begitu pula pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya penyaring polutan, dan berbagai spesies juga hilang. Serta, kegiatan budidaya perikanan tradisional akan terancam dengan sendirinya. Kejadian banjir sepanjang jalan tol bandara beberapa waktu lalu adalah bukti kerugian akibat rusaknya mangrove di pesisir utara Jakarta.

Padahal seharusnya mangrove dapat digunakan untuk mengatasi dampak pemanasan global. Hutan mangrove dapat melindungi daerah pantai dari gelombang pasang yang diramalkan akan semakin parah akibat naiknya permukaan air laut. Dengan keberadaan hutan mangrove, pukulan ombak ke daratan dapat dikurangi serta kemungkinan dapat menahan sedimentasi dari daratan sehingga naiknya permukaan air laut di kawasan itu dapat diredam meskipun tidak ditiadakan sama sekali.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011. itk . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map
Design by Herdiansyah . Published by Borneo Templates